Re-write: Psikoterapi dengan Metode Psikoanalisis dan Humanistik

Posted: April 1, 2012 in Uncategorized

Tugas Softskill – Psikoterapi
Nama : Seto Wicaksono
NPM : 11509204
Kelas : 3PA01

Psikoterapi dengan Menggunakan Teknik Psikoanalisis

Psikoterapi berasal dari 2 kata, yaitu; Psyche yang berarti jiwa, dan Therapy yang berarti merawat, mengobati, atau menyembuhkan, itu berarti, Psikoterapi adalah serangkaian metode berdasarkan ilmu psikologi yang digunakan untuk mengobati dan menyembuhkan gangguan jiwa atau kesehatan mental seseorang. Yang mendasari psikoterapi adalah bahwa pada dasarnya manusia bisa dan mungkin dipengaruhi atau diubah dengan menggunakan beberapa metode yang ada pada psikologi.
Psikoterapi sudah cukup berekembang dalam metode pengobatannya. Salah satu yang sering digunakan adalah Psikoanalisis yang dikembangkan oleh Sigmund Freud. Sigmund Freud sendiri dilahirkan di Moravia pada tanggal 6 Mei 1856 dan meninggal di London pada tanggal 23 September 1939. Psikoanalisis memiliki tiga penerapan, yaitu: suatu metoda penelitian dari pikiran., suatu ilmu pengetahuan sistematis mengenai perilaku manusia, dan suatu metoda perlakuan terhadap penyakit psikologis atau emosional.
Dalam psikoterapi yang menggunakan metode psikoanalisis, seseorang akan diketahui mengidap suatu gangguan psikologis dari mekanisme pertahanan diri yang diucapkan, dari konflik masa lalu yang direpress lalu diceritakan. Aliran psikoanalisis Freud memfokuskan pada suatu jenis perlakuan dimana orang yang dianalisis mengungkapkan pemikiran secara verbal, termasuk asosiasi bebas, khayalan, dan mimpi, yang menjadi sumber bagi seorang penganalisis merumuskan konflik tidak sadar yang menyebabkan gejala yang dirasakan dan permasalahan karakter pada pasien, kemudian menginterpretasikannya bagi pasien untuk menghasilkan pemahaman diri untuk pemecahan masalahnya.
Intervensi khusus dari seorang penganalisis biasanya mencakup mengkonfrontasikan dan mengklarifikasi mekanisme pertahanan, harapan, dan perasaan bersalah. Melalui analisis konflik, termasuk yang berkontribusi terhadap daya tahan psikis dan yang melibatkan tranferens kedalam reaksi yang menyimpang, perlakuan psikoanalisis dapat mengklarifikasi bagaimana pasien secara tidak sadar menjadi musuh yang paling jahat bagi dirinya sendiri: bagaimana reaksi tidak sadar yang bersifat simbolis dan telah distimulasi oleh pengalaman kemudian menyebabkan timbulnya gejala yang tidak dikehendaki. Terapi dihentikan atau dianggap selesai saat pasien mengerti akan kenyataan yang sesungguhnya, alasan mengapa mereka melakukan perilaku abnormal, dan menyadari bahwa perilaku tersebut tidak seharusnya mereka lakukan, lalu mereka sadar untuk menghentikan perilaku itu.
Contoh terapi pada psikoanalisis adalah ketika seseorang yang memliki gangguan pada dirinya, dia dating ke psikolog/ahli. Ketika berkonsultasi, psikolog akan menanyakan, masalah apa yang sedang dihadapi, klien bercerita, kemudian psikolog berusaha menemukan fakta atau penyebab dia mengalami gangguan. Misalnya seseorang yang memiliki gangguan tidur/insomnia. Psikolog berusaha menemukan penyebab mengapa klien-nya mengidap insomnia, dari pengalaman masa lalu, atu konflik yang dipendam/repress, tepatnya. Seseorang yang mengalami gangguan tidur, bisa jadi karena ada konflik yang belum terselesaikan, karena klien merasa takut untuk menceritakannya kepada orang lain, dia merasa terancam, atau mungkin diancam.

Sumber referensi: http://id.wikipedia.org/wiki/Psikoanalisis

Psikoterapi dengan Menggunakan Metode Humanistik

Aliran humanistik muncul sebagai rasa tidak sepakat dengan aliran sebelumnya, yakni psikoanalisis. Karena, menurut aliran humanistik, manusia tidak bias dilihat dari sisi negatifnya saja. Hal yang melihat manusia dari sisi negatif dan masa lalu, memang berbanding lurus dengan teori yang diungkap dalam psikoanalisis. Salah satu tokoh pendiri aliran humanistik adalah Abraham Maslow, yang terkenal dengan teori hierarki kebutuhan, yang menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki 5 tingkat kebutuhan dalam sepanjang hidupnya. Hierarki kebutuhan yang dimaksud, antara lain:
Kebutuhan Fisiologis
Jenis kebutuhan ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar semua manusia seperti, makan, minum, menghirup udara, dan sebagainya. Termasuk juga kebutuhan untuk istirahat, buang air besar atau kecil, menghindari rasa sakit, dan, seks.
Kebutuhan akan Rasa Aman
Ketika kebutuhan fisiologis seseorang telah terpenuhi secara layak, kebutuhan akan rasa aman mulai muncul. Keadaan aman, stabilitas, proteksi, dan keteraturan akan menjadi kebutuhan yang meningkat. Jika tidak terpenuhi, maka akan timbul rasa cemas dan takut sehingga dapat menghambat pemenuhan kebutuhan lainnya.
Kebutuhan akan Rasa Kasih Sayang
Ketika seseorang merasa bahwa kedua jenis kebutuhan di atas terpenuhi, maka akan mulai timbul kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki. Hal ini dapat terlihat dalam usaha seseorang untuk mencari dan mendapatkan teman, kekasih, anak, atau bahkan keinginan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas tertentu seperti tim sepakbola, klub peminatan, dan seterusnya. Jika tidak terpenuhi, maka perasaan kesepian akan timbul.
Kebutuhan akan Harga Diri
Kemudian, setelah ketiga kebutuhan di atas terpenuhi, akan timbul kebutuhan akan harga diri. Menurut Maslow, terdapat dua jenis, yaitu lower one dan higher one. Lower one berkaitan dengan kebutuhan seperti status, atensi, dan reputasi. Sedangkan higher one berkaitan dengan kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, prestasi, kemandirian, dan kebebasan. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka dapat timbul perasaan rendah diri dan inferior.
Kebutuhan akan Aktualisasi Diri
Kebutuhan terakhir menurut hirarki kebutuhan Maslow adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. Jenis kebutuhan ini berkaitan erat dengan keinginan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi diri.
Aliran humanistik ini lebih menekankan pada manusia itu sendiri. Aliran humanistik meyakini, manusia adalah makhluk yang memliki sisi positif dan memliki berbagai potensi. Aliran humanistic beranggapan, jika seseorang sedang menghadapi masalah, dia hanya kurang pencerahan, dan perlu lingkungan dan juga sesuatu yang positif yang harus disadari, hal yang memang sudah tertanam dalam diri.
Psikologi humanistik dapat dimengerti dari tiga ciri utama, yaitu:
1. psikologi humanistik menawarkan satu nilai yang baru sebagai pendekatan untuk memahami sifat dan keadaan manusia.
2. psikologi humanistik menawarkan pengetahuan yang luas akan kaedah penyelidikan dalam bidang tingkah laku manusia.
3. psikologi humanistik menawarkan metode yang lebih luasakan kaedah-kaeah yang lebih efektif dalam dalam pelaksanaan psikoterapi.
Contoh terapi dalam humanistik adalah, ketika seseorang datang menemui psikolog, dia memiliki masalah, dan dia mulai bercerita kepada psikolog yanag bersangkutan. Psikolog berusaha memahami apa masalah klien, dan coba menggali potensi atau menemukan hal positif yang dimiliki klien tersebut, setelah itu menceritakan pada klien, apa saja potensi dan hal positif yang dimilikinya, agar klien sadar, dia bukan sosok negative seperti yang klien kira. Ketika klien coba membantah masukan dari psikolog, biasanya psikolog member “counter” kepada klien. Counter disini bukan “menyerang balik” tentunya. Psikolog coba terus menyadarkan klien dengan hal positif dengan menanyakan balik sesuatu yang diragukan oleh klien, misalnya (dalam suatu situasi):
Klien: saya bukan orang yang berguna bagi orang-orang yang berada di lingkungan saya..
Lalu psikolog akan meng—counter dengan kalimat:
Psikolog: apa Anda yakin, Anda tidak berguna? Coba diingat lagi, ketika Anda melakukan suatu hal, ada engga, seseorang yang bilang “terima kasih” kepada Anda?

Ucapan terima kasih yang diberikan oleh orang lain adalah tanda kita telah meringankan beban orang yang kita tolong, secara tidak sadar, kita adalah orang yang berguna bagi orang lain, meskipun hal yang kita lakukan (mungkin) sederhana🙂
Demikian sedikit tulisan dari saya, jika ada (banyak) kesalahan, mohon dimaafkan, atau diberi masukan. Masih belajar.🙂

Sumber referensi:
http://makalahkitasemua.blogspot.com/2009/11/teori-psikoterapi-humanistik.html#ixzz1qmilLlfp
http://edukasi.kompasiana.com/2010/07/01/psikologi-humanistik/

Comments
  1. Nurul Apriyani says:

    teman, jangan lupa ya mencatumkan link Gunadarma http://www.gunadarma.ac.id. Sekarang kan sudah mulai perkuliahan softskill dan Sebagai salah satu penilaian mata kuliah softskill harus mencatumkan link Gunadarma.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s