Konsep Sehat

Posted: March 20, 2011 in Psikologi - Softskill Semester 4, Uncategorized

Seto Wicaksono

NPM: 11509204

Kelas: 2 PA 01

Selama ini, sehat sering diartikan oleh banyak orang hanya dari segi jasmani/fisik saja. Anggapan itu tidak benar. Karena secara konsep, kesehatan pada diri seseorang itu bisa dibagi menjadi 2. Sehat jasmani/fisik, dan sehat rohani/jiwa. Cara menjaga kesehatan jasmani, salah satunya dapat dilakukan dengan berolahraga rutin. Sedangkan menjaga kesehatan rohani, dapat dengan cara mengikuti kegiatan agama (sesuai agama masing-masing), berpikir positif, dan berinteraksi dengan sesama.

Sehat itu berawal dari diri sendiri. Sehat secara jasmani, bisa dilakukan dengan cara pola hidup/gaya hidup yang sehat dan seimbang. Seperti makan yang teratur dan bergizi, olah raga yang teratur, dan tidur secukupnya (tidak sering begadang). Lingkungan pun berperan penting dalam konsep hidup yang sehat. Jika kita sudah berusaha untuk hidup sehat, tapi lingkungan tempat dimana kita tinggal kotor, usaha yang kita lakukan kurang maksimal.

Cara menjaga kesehatan rohani, salah satunya adalah dengan berpikir positif terhadap suatu hal/kejadian. Selain itu, kita juga harus optimis dalam menghadapi dan menjalani aktivitas. Dengan berpikir positif dan optimis dalam menjalani aktivitas, secara tidak langsung dan tidak sadar, kita telah menjaga agar rohani/kejiwaan kita tetap sehat. Menurut saya, berkomunikasi dengan sesama pun bisa menjadi hal yang positif dan baik untuk membentuk jiwa yang positif. Dalam bentuk komunikasi yang positif pula. Maksud dari komunikasi yang positif adalah dengan tidak mencela. Karena menurut saya, celaan pun adalah sebuah komunikasi, namun dalam segi negatif.

Mengapa saya berpendapat bahwa komunikasi yang positif merupakan suatu cara untuk memelihara jiwa yang positif? Karena dengan berkomunikasi dengan orang lain, kita bisa mendengarkan, mendapatkan hal yang baru (sharing), walaupun secara tidak langsung. Selain itu, kita juga bisa ber-empati ketika orang lain sedang berbagi cerita. Dengan ber-empati, berarti kita melatih jiwa kita untuk peka sekaligus peduli terhadap orang lain yang sedang membutuhkan diri kita. Tidak hanya itu, dengan berkomunikasi, kita bisa berbagi emosi positif dengan orang lain. Emosi positif itu antara lain berupa senyuman, juga canda tawa.

Konsep sehat itu tidak harus mengeluarkan uang yang banyak. Dengan berkomunikasi, olah raga rutin, tersenyum, tertawa, itupun sudah cukup untuk membentuk konsep sehat yang positif secara raga maupun jasmani.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s